Ketiga buah pertanyaan Immanuel Kant yang tak pernah dapat dijawab dan 'defenisi manusia' paling mutakhir yang berhasil dicapai oleh filosof yunani Demokritos menjadi bukti akan betapa terbatasnya kecerdasan akal manusia yang hingga kini belum mampu mengungkap jati dirinya yang sebenarnya sebagai manusia. Lalu bila mengenai jati dirinya saja manusia tidak tahu maka apatah lagi tentang tuhan.
Bagaimanapun kita harus sadar bahwa sebetapapun kuat gigihnya pengembaraan nalar akal berfikir manusia tidak akan pernah mampu menyampaikannya pada sebuah pengertian yang hakiki tentang sesuatu.
Logikanya bila kita hendak mengetahui ihwal konkrit suatu produk maka yang harus kita lakukan adalah bertanya pada produsen pembuatnya atau dengan mencari tahu melalui buku keterangan dan petunjuk penggunaan yang telah dikeluarkan oleh sang produsen pembuatnya itu sendiri.
Dalam hal siapakah produsen pembuat manusia jawabannya tentu TUHAN, dan buku keterangan petunjuk penggunaan yang telah dikeluarkan tuhan adalah KITAB SUCI AGAMA yang notabene adalah WAHYU yang telah diberikan tuhan kepada manusia pilihan yang oleh sebagian orang dikenal sebagai NABI (pembawa berita dari tuhan) atau RASUL (utusan tuhan pembawa risalah).
Pencapaian kesadaran tentang budha yang berhasil diperoleh Sidharta Gautama melalui semedhinya dibawah pohon bodhi bukanlah semata hasil perenungan dan pengembaraan fikiran akan tetapi disertai adanya pencerahan yang datang melalui ilham dari tuhan sebagai sesuatu yang boleh dikatakan 'serupa' dengan wahyu, yang mana memang datangnya itu setelah Sidharta Gautama mengalami suatu keadaan yang disebut SAMSARA yang merupakan tahapan tertinggi dari sebuah meditasi dalam semedhi. Proses kejadiannya hampir sama dengan apa yang dialami oleh Nabi Muhammad ketika menyepi di goa Hira' ketika sedang merenungkan keadaan ummatnya yang jahiliyah, dimana wahyu itu datang dari Allah yang dibawa oleh malaikat Jibril berupa ayat alquran yang pertama kali diturunkan yaitu Surat Al'alaq 1-5, yang redaksi terjemahan bebasnya sbb:
1.bacalah dengan nama tuhanmu yang telah menciptakan.
2.menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.bacalah, dan tuhanmu sungguh mulia.
4.tuhan yang telah mengajarkan dengan qalam.
5.yang telah mengajarkan manusia akan segala yang tidak diketahuinya.
Dalam Surat Al'alaq 1-5 ini nampaklah pada kita bahwa tuhan hendak memberitahukan kepada kita tentang asal-usul kejadian manusia.
§bersambung bag.keempat§
No comments:
Post a Comment