Sunday, 10 October 2010

MULAILAH SEGALANYA DENGAN BISMILLAAH.....

Bagi setiap orang yang beriman dalam memulai segala aktifitasnya senantiasa didahului dengan ucapan "bismillaahirrahmaanirrahiim" sebagai suatu kewajiban moral dalam agama yang mencerminkan adanya keimanan dan ketaqwaan serta sebagai suatu ekspresi dari rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat nikmat karunianya yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita. Pengucapan basmalah dalam setiap awal mula kita melakukan suatu aktifitas, baik yang sifatnya 'pekerjaan besar' maupun yang sifatnya hanya sebuah 'pekerjaan kecil', adalah menjadi bukti akan pengakuan kita terhadap eksistensi kekuatan kekuasaan tuhan yang mengatasi segala kekuatan upaya dan kemampuan manusia.

Nabi SAW dalam sebuah haditsnya bersabda:
KULLU AMRIN DZII BAALIN LAA YUBDAA-U BIBISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
"bahwa segala perkara akan menjadi sia-sia (tak bermanfaat, tidak berkah) bila tanpa dimulai dengan basmalah"

Orang beriman dalam setiap detak detik langkahnya mengarungi alur kehidupannya adalah senantiasa tidak lepas dari mengingat akan kebesaran Allah SWT yang menjadi penguasa tertinggi alam semesta jagat raya yang kuat-kuasa hukum undang-undangnya bersifat absolut.Karenanya orang beriman selalu memulai segala sesuatunya itu dengan ucapan ; bismillaahirrahmaanirrahiim, baik dalam awal suatu pekerjaan besar maupun pekerjaan kecil. Ketika hendak keluar rumah kita ucapkan basmalah seraya kita lanjutkan dengan doa: bismillaahi tawakkaltu 'alallaahi laa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim. Dan ketika hendak menaiki kendaraan kita mengucapkan: bismillaahi majreha wa mursaahaa. Dan ketika kita telah berkendara maka kitapun berucap syukur: alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadza wamaa kunnaa lahuu muqriniin wa innaa ilaa rabinaa lamunqalibuun.
Masuk dan keluar rumah, masuk dan keluar masjid, makan, minum, dan segala aktifitas lainnya, di dalam islam itu ada doanya dan selalu dimulai dengan basmalah, agar mendapat 'restu' dan barakah dari tuhan.

Bila dalam suatu pekerjaan 'sederhana' dan 'kecil' saja kita orang beriman diharuskan memulainya dengan basmalah, maka apatah lagi dalam suatu PROKLAMASI KEMERDEKAAN yang merupakan deklarasi pembentukan sebuah negara!
Dan kekhilafan kita akan pengucapan basmalah dalam awal suatu pekerjaan akan menjadi bumerang yang lambat atau cepat akan kita rasakan akibatnya. Segala yang kita miliki hanya akan menjadi sia-sia karena ketiadaan keberkahan dan karena terputusnya dari rahmat Allah SWT, na'uudzubillah. Sebanyak apapun kekayaan yang kita miliki, sepandai apapun kemampuan intelektualitas kita, semua itu tidak akan bermanfaat bila keberkahannya dicabut. Yang akan terjadi malah peribahasa "semut mati diatas gula". Dan itulah yang sekarang sedang terjadi pada bangsa kita. Negeri kita kaya raya tapi rakyatnya miskin, sampai-sampai harus jadi jongos dan babu, baik di negeri sendiri maupun di negeri orang! Padahal seharusnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki negeri kita dapat memakmurkan rakyatnya bila saja dikelola dengan baik dan amanah.Sebagai contoh kita lihat Irian Jaya yang memiliki "gunung emas" di Tembagapura, siapa yang menikmati hasil eksplorasi kekayaan tambang tersebut? Apakah rakyat Irian? Bukan. Sampai hari ini sebahagian besar rakyat Irian dibiarkan miskin dan bodoh dalam keprimitifannya dengan koteka dan dedaunan/kulit kayu sebagai pembungkus tubuh mereka. Okelah, penduduk Irian itu mungkin saja menurut pandangan kapitalis dan kolonialis "halal" diperlakukan semacam itu sebab mereka tidak se-ras dengan kita. Kita ini ras melayu-austronesia sedangkan mereka ras kaukassoid. Kita berada di paparan pegunungan sirkum pasifik-mediterania sedangkan mereka berada di paparan sahul. secara ras ethnis dan geologis Indonesia memang tidak sama dengan bangsa Papua di Irian. Tapi apakah harus begitu? Bukankah Indonesia menganut azas Pancasila yang memiliki sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab? Lalu setelah perlakuan kita yang tega terhadap bangsa papua, mengapa kita lakukan juga sikap tega dan kejam itu terhadap sesama keturunan ras melayu-austronesia dengan mengeksploitasi wanita mereka sebagai TKW menjadi babu di negeri asing dengan jaminan keselamatan yang tidak jelas dan rentan terhadap tindak penganiayaan dan pelecehan sexual. Seorang pemimpin negara yang bertanggung jawab dan memiliki rasa cinta kasih yang tinggi terhadap rakyat dan negaranya, tentu tidak akan terus menerus membiarkan keadaan terjadi berkepanjangan. STOP EKSPLOITASI TERHADAP BANGSA SENDIRI, STOP PENGIRIMAN TKW, JIKA KITA PUNYA HARGA DIRI SEBAGAI BANGSA YANG BESAR!

Saturday, 2 October 2010

IBDA` BINAFSIK!

Bahwasanya contoh perbuatan itu terbukti lebih berkesan ketimbang hanya sekedar anjuran atau himbauan memanglah telah kita maklumi bersama.Betapa tidak, seseorang yang menganjurkan sesuatu hal akan tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya tentu membuat kita jengkel.Alangkah menyebalkannya orang yang hanya mampu mengatakan namun tidak mampu melakukannya! Seyogayanya kita jangan hanya menjadi penganjur kebajikan saja akan tetapi harus sekaligus juga menjadi orang yang melakukannya, bahkan yang paling dahulu dan terdepan dalam melaksanakan kebajikan tersebut.
Ketika kita menganjurkan tentang hidup sederhana maka janganlah kita justru hidup bermewah-mewah. Dan ketika kita mengatakan "jadilah orang yang jujur" maka buktikanlah lebih dahulu dalam keseharian kita kejujuran itu.Dan ketika kita mencela sesuatu maka janganlah dikemudian hari kita malah menjadi pelaku dari sesuatu yang kita celakan tersebut. Misalnya saja sekarang ini sedang marak kita lihat ada demo dimana-mana yang memprotes ketidak adilan, korupsi dan penyelewengan, penyalahgunaan kekuasan yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan dan sebahagian petinggi negara ataupun anggauta dewan. Lalu jika suatu saat kita mendapat kesempatan menjadi pejabat pemerintahan bahkan mungkin menjadi petinggi negara dan atau menjadi anggauta dewan, apakah kita akan mampu mengemban amanat yang terpikul diatas pundak kita dengan baik dan benar ataukah justru kita malah meneruskan perilaku tidak terpuji mereka, mewarisi kebejatan mereka atau bahkan kita menjadi orang yang lebih rakus dan lebih bejat daripada mereka? Alangkah buruknya orang yang hanya mencela padahal dirinya belum tentu lebih baik daripada orang yang dicelanya. Padahal seharusnya jika kita telah berani mencela sesuatu seharusnya kita mampu menunjukkan yang baik itu seperti apa. Bukan malah sebaliknya! Kita katakan orang lain licik seperti kancil padahal kita ini serigala. Kita katakan orang lain jahat seperti setan padahal kita seperti iblis. Kita katakan orang lain rakus seperti tikus padahal justru kita seperti gurita raksasa!

Kini semuanya kembali kepada diri kita sendiri.IBDA` BINAFSIK!  Apakah kita akan menjadi orang yang termasuk dalam kategori ATA-MURUNNAASA BIL BIRRI WA TANSAUNA ANFUSAKUM padahal kita mengerti undang-undang (wa antum tatluunal kitaab)? apakah kita tidak malu? afalaa ta`qiluun?
Padahal betapa besarnya kebencian Allah pada orang yang demikian, KABURA MAQTAN `INDALLAAHI AN TAQUULU MAA LAA TAF`ALUUN.

Thursday, 30 September 2010

Salam Perkenalan

assalaamu'alaikum wr.wb.
ikhwan dan akhwat dimana saja kalian berada, terimalah salam perkenalan dari saya yang sangat faqir dan miskin ilmu ini.mohon maaf sekiranya terdapat banyak kekurangan dalam penyajian tampilan,kandungan isi maupun bahasa di dalam blog saya ini, karena terus terang saja hal ini merupakan sesuatu yang sangat baru bagi saya.yang mana ketika dahulu saya duduk di bangku slta pada tahun 1986-1989 materi mengenai komputer masih merupakan suatu mata pelajaran yang sifatnya exclusive and very expensive untuk ukuran orang seperti saya yang berasal dari keluarga strata ekonomi menengah kebawah.pada kala itu di sma negeri 6 tempat dimana saya menimba ilmu, materi komputer ini masih disajikan dalam bentuk ekstra-kurikuler yang beayanya Rp.10.000,00 perbulannya, padahal spp+pomg pada saat itu cuma Rp.5.000,00!
seiring dengan pertambahan usia saya yang semakin menua dan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin pesat serta adanya keterbesitan rasa di hati akan halnya keinginan untuk berbagi dengan sesama, maka saya memberanikan diri untuk menjadi blogger.disamping juga adanya kekhawatiran terhadap image putera-puteri saya yang mungkin saja akan menganggap ayahnya ini gaptek dan ketinggalan jaman. bukannya saya ingin dipandang sebagai manusia super bisa oleh putera-puteri saya akan tetapi saya berharap minimal bilamana mereka bertanya pada saya tentang dunia mereka saat ini maka saya dapat sedikit memberi advise atau paling tidak komunikasi kami bisa 'nyambung'.
demikianlah kiranya posting perdana saya sebagai salam perkenalan pada kalian semua para blogger. semoga eksitensi saya dapat diterima dan mendapatkan ridla Allah SWT serta dapat diterima oleh putera-puteri saya : Utami dan Ginung di Ponorogo, Yuya dan Kahfi di Kendal sebagai suatu bukti akan usaha serius seorang ayah untuk menjadi memahami dan komunikatif serta untuk menunjukkan sebarapa besar perhatian dan cinta kasihnya pada mereka. Aamiin YRA.