Saturday, 2 October 2010

IBDA` BINAFSIK!

Bahwasanya contoh perbuatan itu terbukti lebih berkesan ketimbang hanya sekedar anjuran atau himbauan memanglah telah kita maklumi bersama.Betapa tidak, seseorang yang menganjurkan sesuatu hal akan tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya tentu membuat kita jengkel.Alangkah menyebalkannya orang yang hanya mampu mengatakan namun tidak mampu melakukannya! Seyogayanya kita jangan hanya menjadi penganjur kebajikan saja akan tetapi harus sekaligus juga menjadi orang yang melakukannya, bahkan yang paling dahulu dan terdepan dalam melaksanakan kebajikan tersebut.
Ketika kita menganjurkan tentang hidup sederhana maka janganlah kita justru hidup bermewah-mewah. Dan ketika kita mengatakan "jadilah orang yang jujur" maka buktikanlah lebih dahulu dalam keseharian kita kejujuran itu.Dan ketika kita mencela sesuatu maka janganlah dikemudian hari kita malah menjadi pelaku dari sesuatu yang kita celakan tersebut. Misalnya saja sekarang ini sedang marak kita lihat ada demo dimana-mana yang memprotes ketidak adilan, korupsi dan penyelewengan, penyalahgunaan kekuasan yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan dan sebahagian petinggi negara ataupun anggauta dewan. Lalu jika suatu saat kita mendapat kesempatan menjadi pejabat pemerintahan bahkan mungkin menjadi petinggi negara dan atau menjadi anggauta dewan, apakah kita akan mampu mengemban amanat yang terpikul diatas pundak kita dengan baik dan benar ataukah justru kita malah meneruskan perilaku tidak terpuji mereka, mewarisi kebejatan mereka atau bahkan kita menjadi orang yang lebih rakus dan lebih bejat daripada mereka? Alangkah buruknya orang yang hanya mencela padahal dirinya belum tentu lebih baik daripada orang yang dicelanya. Padahal seharusnya jika kita telah berani mencela sesuatu seharusnya kita mampu menunjukkan yang baik itu seperti apa. Bukan malah sebaliknya! Kita katakan orang lain licik seperti kancil padahal kita ini serigala. Kita katakan orang lain jahat seperti setan padahal kita seperti iblis. Kita katakan orang lain rakus seperti tikus padahal justru kita seperti gurita raksasa!

Kini semuanya kembali kepada diri kita sendiri.IBDA` BINAFSIK!  Apakah kita akan menjadi orang yang termasuk dalam kategori ATA-MURUNNAASA BIL BIRRI WA TANSAUNA ANFUSAKUM padahal kita mengerti undang-undang (wa antum tatluunal kitaab)? apakah kita tidak malu? afalaa ta`qiluun?
Padahal betapa besarnya kebencian Allah pada orang yang demikian, KABURA MAQTAN `INDALLAAHI AN TAQUULU MAA LAA TAF`ALUUN.

No comments:

Post a Comment