Bagi setiap orang yang beriman dalam memulai segala aktifitasnya senantiasa didahului dengan ucapan "bismillaahirrahmaanirrahiim" sebagai suatu kewajiban moral dalam agama yang mencerminkan adanya keimanan dan ketaqwaan serta sebagai suatu ekspresi dari rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat nikmat karunianya yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita. Pengucapan basmalah dalam setiap awal mula kita melakukan suatu aktifitas, baik yang sifatnya 'pekerjaan besar' maupun yang sifatnya hanya sebuah 'pekerjaan kecil', adalah menjadi bukti akan pengakuan kita terhadap eksistensi kekuatan kekuasaan tuhan yang mengatasi segala kekuatan upaya dan kemampuan manusia.
Nabi SAW dalam sebuah haditsnya bersabda:
KULLU AMRIN DZII BAALIN LAA YUBDAA-U BIBISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
"bahwa segala perkara akan menjadi sia-sia (tak bermanfaat, tidak berkah) bila tanpa dimulai dengan basmalah"
Orang beriman dalam setiap detak detik langkahnya mengarungi alur kehidupannya adalah senantiasa tidak lepas dari mengingat akan kebesaran Allah SWT yang menjadi penguasa tertinggi alam semesta jagat raya yang kuat-kuasa hukum undang-undangnya bersifat absolut.Karenanya orang beriman selalu memulai segala sesuatunya itu dengan ucapan ; bismillaahirrahmaanirrahiim, baik dalam awal suatu pekerjaan besar maupun pekerjaan kecil. Ketika hendak keluar rumah kita ucapkan basmalah seraya kita lanjutkan dengan doa: bismillaahi tawakkaltu 'alallaahi laa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim. Dan ketika hendak menaiki kendaraan kita mengucapkan: bismillaahi majreha wa mursaahaa. Dan ketika kita telah berkendara maka kitapun berucap syukur: alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadza wamaa kunnaa lahuu muqriniin wa innaa ilaa rabinaa lamunqalibuun.
Masuk dan keluar rumah, masuk dan keluar masjid, makan, minum, dan segala aktifitas lainnya, di dalam islam itu ada doanya dan selalu dimulai dengan basmalah, agar mendapat 'restu' dan barakah dari tuhan.
Bila dalam suatu pekerjaan 'sederhana' dan 'kecil' saja kita orang beriman diharuskan memulainya dengan basmalah, maka apatah lagi dalam suatu PROKLAMASI KEMERDEKAAN yang merupakan deklarasi pembentukan sebuah negara!
Dan kekhilafan kita akan pengucapan basmalah dalam awal suatu pekerjaan akan menjadi bumerang yang lambat atau cepat akan kita rasakan akibatnya. Segala yang kita miliki hanya akan menjadi sia-sia karena ketiadaan keberkahan dan karena terputusnya dari rahmat Allah SWT, na'uudzubillah. Sebanyak apapun kekayaan yang kita miliki, sepandai apapun kemampuan intelektualitas kita, semua itu tidak akan bermanfaat bila keberkahannya dicabut. Yang akan terjadi malah peribahasa "semut mati diatas gula". Dan itulah yang sekarang sedang terjadi pada bangsa kita. Negeri kita kaya raya tapi rakyatnya miskin, sampai-sampai harus jadi jongos dan babu, baik di negeri sendiri maupun di negeri orang! Padahal seharusnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki negeri kita dapat memakmurkan rakyatnya bila saja dikelola dengan baik dan amanah.Sebagai contoh kita lihat Irian Jaya yang memiliki "gunung emas" di Tembagapura, siapa yang menikmati hasil eksplorasi kekayaan tambang tersebut? Apakah rakyat Irian? Bukan. Sampai hari ini sebahagian besar rakyat Irian dibiarkan miskin dan bodoh dalam keprimitifannya dengan koteka dan dedaunan/kulit kayu sebagai pembungkus tubuh mereka. Okelah, penduduk Irian itu mungkin saja menurut pandangan kapitalis dan kolonialis "halal" diperlakukan semacam itu sebab mereka tidak se-ras dengan kita. Kita ini ras melayu-austronesia sedangkan mereka ras kaukassoid. Kita berada di paparan pegunungan sirkum pasifik-mediterania sedangkan mereka berada di paparan sahul. secara ras ethnis dan geologis Indonesia memang tidak sama dengan bangsa Papua di Irian. Tapi apakah harus begitu? Bukankah Indonesia menganut azas Pancasila yang memiliki sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab? Lalu setelah perlakuan kita yang tega terhadap bangsa papua, mengapa kita lakukan juga sikap tega dan kejam itu terhadap sesama keturunan ras melayu-austronesia dengan mengeksploitasi wanita mereka sebagai TKW menjadi babu di negeri asing dengan jaminan keselamatan yang tidak jelas dan rentan terhadap tindak penganiayaan dan pelecehan sexual. Seorang pemimpin negara yang bertanggung jawab dan memiliki rasa cinta kasih yang tinggi terhadap rakyat dan negaranya, tentu tidak akan terus menerus membiarkan keadaan terjadi berkepanjangan. STOP EKSPLOITASI TERHADAP BANGSA SENDIRI, STOP PENGIRIMAN TKW, JIKA KITA PUNYA HARGA DIRI SEBAGAI BANGSA YANG BESAR!
No comments:
Post a Comment