Pengungkapan tentang asal-usul ini dianggap perlu oleh tuhan agar manusia dapat mengetahui akan jati diri 'kemanusiaan'nya yang sebenarnya sehingga dengan begitu diharapkan manusia akan mampu mengenal dan mengetahui siapa tuhan yang telah menciptakannya.
Tuhan dengan sifat kasihnya itu tidak hendak membiarkan manusia 'berjalan sendirian' dalam 'kegelapan' dan pengembaraan berfikir untuk mencari tahu akan jati dirinya dan juga siapa yang telah menciptakannya.
Tuhan, sebagai pencipta tentu saja amat mengetahui akan keterbatasan kemampuan berfikir akal manusia ciptaannya itu.
Betapa terbatasnya akal kecerdasan manusia, dimana nalarnya tidak pernah mampu untuk menerima akan adanya suatu 'ketiadaan' yang mutlak. Dalam aritmatika aljabar saja ketiadaan itu hanya baru akan dimengerti oleh akal manusia setelah dilambangkan dengan nol (0), dimana 1-1=0 dan mengapa bila tidak usah kita tulis saja lambang nol itu. Bukankah memang 1-1 itu hasilnya habis, tidak ada apa-apa?
Masih dalam aritmatika, mengenai teori himpunan, dimana himpunan kosong itu memiliki satu anggota himpunan, yang dirumuskan sebagai 0 pangkat n sama dengan 1.
§bersambung bag.kelima§
No comments:
Post a Comment